Headlines News :
Home » » Budidaya Talas

Budidaya Talas

Written By mupeng aja on Tuesday, February 26, 2013 | 4:41 AM


Budidaya Talas (ragambudidaya) -Ada sebagian bagian untuk lakukan budidaya talas salah satunya : pengolahan tanah, penentuan benih, penanaman, pemupukan, penyiraman, pnyiangan serta pembumbunan, pembuangan anakan serta stolon, serta pembuangan bunga. untuk lebih jelas tahapan-tahapn tersebut dapat dibicarakan satu persatu dibawah ini.

Pengolahan tanah

Tanah mempunyai dampak besar pada perkembangan tanaman, maka untuk memaksimalkan hasil dari tanaman maka tanah mesti betul-betul diolah agar bisa berikan hasil yang optimal pada tanaman yang tanam di tanah tersebut.
Pengolahan tanah dapat menggunakan alat layaknya cangkul, garpu, atau mesin traktor, tanah diolah hingga gembur dengan kedalaman 20-30 cm. disamping itu, pengolahan tanah ditujukan untuk singkirkan rumput-rumput serta tanaman liar.

Setelah sistem pembajakan baiknya tanah dilewatkan selam 3 hari, perihal ini agar sistem pelapukan serta oksidasi bahan organic berjalan lebih prima. sesudah itu tanah lantas diratakan serta sekalian pemberian jarak tanam yang sesuai dengan luas tempat yang ada.
barisan baiknya mengarah ke timur supaya matahari dapat menyinari tanaman dengan merata. barisan juga dapat dibikin bedengan dengan ketionggian gundukan 20 cm.
Penentuan benih
Ada langkah'>cara-cara untuk mengembangbiakan talas, salah satunya : dari biji, jaringan, anakan serta stolon, bonggol, serta mata tunas umbi. di tulisan saat ini dapat di ulas langkah budidaya talas gunakan benih anakan, mata tunas umbi serta bonggol.

Anakan serta stolon
Anakan dapat diperoleh dari tunas-tunas yang tumbuh berdekatan dengan pangkal pohon induk yang telah dewasa atau dari ujung-ujung stolon. anakan yang dapat jadikan bibit mesti telah cukup besar, umbinya telah mulai berkembang serta tingginya 60-70 cm.
Bibit lebih dahulu dipelihara di bedengan yang tanahnya diolah dengan baik serta diberi pupuk organic. jarak tanam antar bibit berkisar 10-15 cm serta dirawat dengan baik sampai berkembang agak besar serta siap ditanam di areal penanaman.

Untuk melindungi kelembapan, total bedengan dapat ditutup dengan dedaunan atau diberi atap dari plastic tembus padang. langkah yang lain yaitu dengan menabur bibit-bibit kecil ( sesudah beberapa daun serta umbinya dipotong ) didalam kantung-kantung plastic berdiameter 7, 5 cm di persemaian yang terbuka. jaraknya berdempetan serta dirawat sampai berdaun 3-4 helai serta meraih ketinggian lebih kurang 50 cm.
Bonggol
Budidaya talas gunakan bibit bonggol sangat kerap dilakuka oleh beberapa petani indonesia. yang disebut dengan bonggol yaitu potongan sisi kepala umbi utama lengkap dengan pakal pelepah daun selama kurang lebih 30 cm. dengan langkah ini, satu pohon talas cuma membuahkan satu bibit saja.
Sebagian petani berpendapat bahwa pengembangbiakan melewati bonggol berikan hasil yang lebih tinggi dari pada langkah'>dengan cara anakan serta stolon. tetapi langkah ini tidak dapat mencukupi pola tanam dengan luas, masal, serta komersial.

Mata tunas umbi
Letak mata tunas umumnya ada di permukaan umbi yang dilindungi oleh pelepah daun. apabila kuncup ujung dibuang atau mati, maka mata tunas berpeluang untuk berkembang.
Mata tunas ini dapat dirangsang serta jadikan bibit. langkahnya, umbi talas dipotong-potong dan diusahakan supaya tiap-tiap potongan minimal mempunyai satu mata tunas serta sisi umbi yang besarnya cukup, hingga berat total jadi 25 gram.

Potongan umbi lantas ditanam didalam nampan-nampan yang diisi tanah, pasir, serta pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. untuk menghindar pembusukan, umbi bisa dibalur dengan fungisida serta diangin-anginkan sepanjang 1-2 hari sebelum saat disemaikan.
Alas nampan baiknya diberi lubang agar terterjadi genangan air. kemudioan calon bibit butuh dirawat dengan baik, disiram 1 hari sekali serta ditutup dengan plastic transparan untuk melindungi kelembapan, tetapi cahaya matahari tetap dapat menembus.

Apabila telah nampak tunas lebih kurang 10-15 cm, baiknya segera dipindahkan ke persemaian dederan dengan jarak tanam 20-25 cm. dapat juga disemaikan didalam kantong plastic yang cocok ( berdiameter 7, 5-10 cm ) supaya dapat tumbuuh cepat. antar kantong diberi jarak supaya bibit persemaian tumbuh sehat. bibit dapat dipindahkan sesudah meraih ketinggian kurang lebih 50 cm.
Langkah penanaman
Untuk penanaman bibit talas dilahan terbuka baiknya dikerjakan pada saat awal musim penghujan, dikarenakan tanaman talas amat rawan dengan kekeringan. jika didalam penanam kekurangan air 2-3 hari maka bibit dapat alami kematian.
Bibit cabutan ( anakan yang dipotong daunnya ) bisa dibenamkan segera pada lubang tanam sedalam barangkali sampai mendekati basic lubanng. bila bibit yang disemaikan didalam kantong plastic, maka plastic mesti dibuang terlebih dulu supaya umbi serta akar tidak terganggu.

Untuk melindungi kelembapan tanah serta agar tanah subur, maka tempat di sekitar perakaran dapat diberi mulsa berbentuk jerami, potongan rumput kering, dedaunan, dan sebagainya.

bila tidak turun hujan maka talas mesti disiram dengan teratur. bila kekurangan air, talas dapat terganggu pertumbuhannya serta sukar untuk dipulihkan lagi, walau disiram dengan air yang banyak.
Pemupukan
Pemupukan awal dikerjakan sebelum saat bibit ditanam. pupuk kandang atau kompos amat baik untuk pupuk awal, berikanlah satu cangkul pupu pada tiap-tiap lubang. pemupukan juga dapat diberikan dengan pupuk anorganik yang memiliki kandungan fosfat ( isp, dan lain-lain ) kalium ( kcl, dan lain-lain ) sebagai tambahan. disis yang didapatkan 125 kg tsp serta 150 kg kcl, disamping itu pupuk dengan unsure p da k dapat diberikan.

Pupuk ke-2 diberikan lebih kurang 4 minggu sesudah penanaman, dengan pupuk urea dengan dosis lebih kurang 2 sendok makan per pohon atau 75 kg/ha. pemupukan paling akhir diberikan saat tanaman suda berusia 3 bln. dari penanaman. pemupukan dapat diberikan pupuk urea dengan dosis 75 kg/ha serta kcl 150 kg/ha.
Penyiangan serta pembumbunan
Penyiangan amat mutlak untuk melindungi sistem perkembangan talas supaya terus baik, dikarenakan bila gulma atau rumput di sekitar tumbuh dapat merebut jatah makanan tanaman talas. sistem penyiangan dikerjakan 3 bln. sesudah penanaman dikerjakan.
Pembuangan anakan serta stolon
Pembuangan anakan atau stolon amat mutlak dikerjakan, perihal ini untuk melindungi supaya makanan induknya tidak terganggu. selanjutnya umbi lalu tidak berkembang dengan optimal.

pembuangan anakan serta stolon mesti dikerjakan dengan hati-hati menggunakan pisau yang tajam, agar tidak tentang indukan. bila tentang indukan dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri pada tanaman tersebut.

pembuangan anakan di bagian umbi yang melekat, jauh amat sukar di banding dengan pembuangan stolon. anakan pada umbi talas amat banyak jika menggunakan bibit talas bogor di banding dengan bibit talas bentul yang lebih sedikit.

Pembuangan bunga
Pembuangan bunga pada talas ditujukan untuk melindungi supaya umbi yang dihasilkan bisa mempunyai wujud yang prima tidak cekung. dikarenakan dengan tidak segera pembungaan yang diikuti terbentuknya buah dapat menyedot cadangan makanan yang aada pada umbi.

Hama
  • Belalang dau, penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida serta melindungi kebersihan di areal tanam.
  •  
  • Ulat daun, penanggulangannya dengan menyemprotkkan pestisida, salah satunya carbaryl, dichorvos, kuinalfos, disulfan, dan lain-lain.
     
  • Tungau, penanggulanggannya dengan menyempprotkan pestisida, layaknya azodrin, galectron, benlate dll
    penyakit

    Hawar daun, penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida, melindungi kebersihan di area tanam, serta membakar daun yang diserang.

    Busuk umbi, penanggulangannya memilih bibit yang sehat tidak infeksi, rendam bibit didalam air yang diberi fungisida, memisahkan tanaman yang sakit atau dimusnahkan, janganlah mengambil air dari tempat yang terinfeksi, serta jika serangan cukup hebat, maka tempat janganlah ditanami talas sepanjang 3 musim tanam.

-->
Share this article :

Tags

 
Support : Creating Website | Ragambudidaya | Ragambudidaya
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. budidayaku - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Ragambudidaya